Bagikan informasi tentang Seksisrne dan Kecerdasan Humor “Urang Banjar” (Studi Etnografi Virtual Dalam Religiotainment Bakisah Banjar) kepada teman atau kerabat Anda.
Judul: Seksisrne dan Kecerdasan Humor “Urang Banjar” (Studi Etnografi Virtual Dalam Religiotainment Bakisah Banjar)
Penulis: Dr. Ahmad Syadzali, M.Hum & Husnul Khotimah, S.Th.I, M.Ag
Penerbit: Istana Agency
Tahun: 2026
ISBN: Proses Pengajuan
Tebal: viii + 185 Hal
Ukuran: 15,5 x 23 Cm
Harga: Rp. 105.000 Disc 20% Rp. 84.000
Sinopsis:
Ramainya kehadiran media digital dengan pelbagai macam platform, telah menggeser peran media elektronik. Jika pada fase sebelumnya, keberadaan televisi, menunjukkan dominasi center atas yang periferal, dimana popularitas dikelola dan terpusat pada stasiun televisi. Televisi memproduksi popularitas secara terbatas, cenderung limited edition, sehingga artis yang lahir dari orbit media elektronik juga cenderung menjadi elit di puncak piramida dunia hiburan.
Sekarang, perkembangan media digital yang begitu pesat, yang ditandai dengan banyaknya platform media sosial, telah berhasil meruntuhkan dominasi televisi, yang dengan sendirinya menumbangkan dominasi popularitas mainstream.
Saat ini, popularitas bukan lagi milik para artis elit yang terorganisir dalam satu manajemen, tetapi, bisa juga dinikmati oleh para pegiat media sosial yang ada dipinggiran peradaban. Tidak perlu mewah, cukup dengan kamera hp dan tripod ditambah mikropon kecil, semuanya siap saji, seperti mie instan yang hanya perlu air panas.
Buku ini berangkat dari realitas dan popularitas pinggiran, yang sarat muatan dari pesan religius, hiburan yang berbau seksis, humor yang berbalut kata dan gestur, yang tujuannya adalah memproduksi tawa bersama, sebagai bentuk pelepasan endorfin yang dapat meredam rasa sakit akibat himpitan sosial dan tekanan ekonomi, juga sebagai bentuk pelepasan dopamin atau hormon kebahagiaan untuk eforia sesaat dalam suasana ekstatis gelak ria.
Tokoh Hamdani Akbar yang lahir dari panggung periferal yang sarat dengan humor seksis, telah tampil sebagai anti-tesis, bahwa tidak semua humor yang berbau seksis itu berkonotasi negatif, penuh dengan persekusi, atau bullying. Beberapa perspektif gender kadang-kadang selalu menaruh kecurigaan terhadap ekspresi-ekspresi seksis.
Jadi, humor seksis yang lahir dari dunia pinggiran, tidaklah bertendensi melecehkan, tetapi murni sebagai hiburan, sebagai bahasa komunikasi rakyat. Kadang tidak hanya dipanggung hiburan saja, tetapi di rumah ibadah, majelis pengajian, sebagian Tuan Guru, penceramah juga menggunakan humor seksis sebagai selingan dalam menyampaikan misi dakwahnya.
Realitas ini menunjukkan bahwa humor-humor seksis itu telah dijinakkan tersaji sebagai menu hiburan, bebas dari prasangka ideologis pengetahuan, sebagaimana yang sering dibunyikan oleh para pegiat gender dengan ungkapan nada curiga….selalu ada bias gender..
*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:
*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:
Rp 104.000 Rp 130.000 *Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:
Rp 84.000 Rp 105.000 *Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:
Rp 80.000 Rp 100.000
Ulasan customer dinonaktifkan: Seksisrne dan Kecerdasan Humor “Urang Banjar” (Studi Etnografi Virtual Dalam Religiotainment Bakisah Banjar)
Maaf, form ulasan customer dinonaktifkan untuk produk ini