Butuh Bantuan? Customer service Istana Agency siap melayani dan membantu Anda.
Bagi kalian kolektor buku, baik Reseller maupun Non-Reseller. Silahkan mampir buku dijamin original. Dan bisa juga bisa menerbitkan atau jasa percetakan.
Beranda » Ekonomi & Administrasi » Governance Intelligence & Quotient; Sebuah Alat Ukur Kinerja Individu Kepala Daerah dalam Pengambilan Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan

Governance Intelligence & Quotient; Sebuah Alat Ukur Kinerja Individu Kepala Daerah dalam Pengambilan Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan

Kode: UB Press Stok: Tersedia 3 pcs
OFF 20%
Berat : 330 gram
Kondisi : Baru
Kategori : Ekonomi & Administrasi, Ilmu Politik & Hukum
Dilihat : 1.929 kali
Ulasan : Belum ada ulasan
Hubungi kami secara langsung untuk pemesanan yang lebih cepat! QUICK ORDER
Governance Intelligence & Quotient; Sebuah Alat Ukur Kinerja Individu Kepala Daerah dalam Pengambilan Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 81.600 Rp 102.000
Tersedia / UB Press
Tentukan pilihan yang tersedia!
Sebelum Rp 102.000
Rp 81.600
(OFF 20%) Hemat Rp 20.400
Produk Terkait Governance Intelligence & Quotient; Sebuah Alat Ukur Kinerja Individu Kepala Daerah dalam Pengambilan Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan

Deskripsi Governance Intelligence & Quotient; Sebuah Alat Ukur Kinerja Individu Kepala Daerah dalam Pengambilan Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan

Bagikan informasi tentang Governance Intelligence & Quotient; Sebuah Alat Ukur Kinerja Individu Kepala Daerah dalam Pengambilan Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan kepada teman atau kerabat Anda.

Judul: Governance Intelligence & Quotient; Sebuah Alat Ukur Kinerja Individu Kepala Daerah dalam Pengambilan Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan

Penulis: Fadillah Putra

Penerbit: UB Press

Tahun: 2012

ISBN: 978-602-203-245-8

Halaman: xii + 216 halaman

Ukuran: 16 x 24

Harga: Rp. 102.000 20% Rp. 81.600

Sinopsis:

Buku yang sedang ada dihadapan pembaca ini merupakan sebuah upaya “praktis” dalam menjawab persoalan-persoalan riil kebijakan publik dan perencanaan pembangunan yang ada di masyarakat. Kata-kata “praktis” dimaksudkan agar “tips and tricks” yang tertuang dalam buku ini dapat digunakan  dalam dunia nyata dan bukannya hanya sekedar memenuhi hasrat akademis semata. Akan tetapi, bukan berarti buku ini berhadapan secara diametral dengan buku-buku yang berorientasi akademis. Justru asumsi yang dipakai sebagai dasar adalah bahwa kapasitas tertinggi dari pencarian akademis adalah kemampuan seorang ilmuwan dalam memecahkan masalah-masalah praktis di lapangan. Hal ini yang mendasari seorang filsuf besar berkebangsaan Amerika, John Dewey, yang mengatakan, “it is an urge for philosophy and science to engage in practical affairs”.

Pada bagian-bagian awal buku ini dijelaskan dengan sangat detail tentang konsep dasar dari Governance Intelligence itu sendiri. Tidak hanya dalam konteks per-definisi, akan tetapi juga dijelaskan konteks yang melingkunginya. Alasan-alasan (sekali lagi dalam konteks praktis) yang mendasarinya; serta problem-problem apa yang sesungguhnya hendak dijawab dengan adanya konsep GI ini.
Pada bagian tengah buku ini, khususnya pada bab 4 dan 5, dijelaskan dua elemen dasar dalam konteks GI yang dimaksudkan pada buku ini. Dimana yang pertama adalah kecerdasan atau intelegensia dalam menentukan orang-orang yang akan dijadikan sebagai partner dalam emikirkan keputusan-keputusan strategis di berbagai sektor. Atau dalam bahasa yang populer saat ini adlaah menentukan siapa-siapa yang akan masuk dalam “ring satu”.

Seorang pemimpin yang tidak memiliki kecerdasalam dalam hal ini akan memilih orang-orang yang tidak kompeten, mungkin hanya dikarenakan kedekatan personal saja tanpa menyeimbangkannya dengan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki. Pada bab berikutnya dijelaskan tentang pentingnya kemampuan untuk membaca dan familiar dengan berbagai fakta-fakta terukur dan terhitung. Inilah yang menjadi elemen kedua GI. Dalam kebijakan publik, tentu saja fakta-fakta terukur tidak mesti harus terhitung. Akan tetapi dalam banyak hal, terutama untuk menjamin kepastian akademis dan akuntabilitas, fakta-fakta terukur dan terhitung harus benar-benar dikuasai oleh seorang pemimpin publik. Dia tidak harus menjadi seorang pakar statistik dan matematika, akan tetapi dia juga tidak boleh phobia dengan angka-angka. Kecepatan dalam meresepon informasi kuantitatis dan tingkat kesensitifan yang tinggi terhadap angka-angka, dibutuhkan oleh seorang pemimpin publik dalam men-create kebijakan publik yang berkualitas.

Ulasan customer dinonaktifkan: Governance Intelligence & Quotient; Sebuah Alat Ukur Kinerja Individu Kepala Daerah dalam Pengambilan Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan

Maaf, form ulasan customer dinonaktifkan untuk produk ini

Cek juga produk terbaru di toko online kami berikut ini:

Edisi Terbatas
OFF 20%
Sumatra Dan Bencana Menguak Deforestasi Dalam Konspirasi Oligarki

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 120.000 Rp 150.000
Pre Order / Istana Agency
Rp 120.000 Rp 150.000
Stok: Pre Order
Kode: Istana Agency
Edisi Terbatas
OFF 20%
Inovasi Pembelajaran Fisika: Teori, Strategi, dan Praktik Berbasis Riset

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 79.200 Rp 99.000
Pre Order / Istana Agency
Rp 79.200 Rp 99.000
Stok: Pre Order
Kode: Istana Agency
Edisi Terbatas
OFF 20%
Sharia Accounting 5.0: Integrasi Standar, Teknologi, Etika, dan Keberlanjutan

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 136.000 Rp 170.000
Pre Order / Istana Agency
Rp 136.000 Rp 170.000
Stok: Pre Order
Kode: Istana Agency
Edisi Terbatas
OFF 20%
Beyond Numbers: Perilaku Keuangan dalam Akuntansi Syariah Masa Depan

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 104.000 Rp 130.000
Pre Order / Istana Agency
Rp 104.000 Rp 130.000
Stok: Pre Order
Kode: Istana Agency
SIDEBAR