Butuh Bantuan? Customer service Istana Agency siap melayani dan membantu Anda.
Bagi kalian kolektor buku, baik Reseller maupun Non-Reseller. Silahkan mampir buku dijamin original. Dan bisa juga bisa menerbitkan atau jasa percetakan.
Beranda » Agama » Budaya Hukum Vs Mediasi Yudisial: telaah sosiologi hukum terhadap pelaku perceraian

Budaya Hukum Vs Mediasi Yudisial: telaah sosiologi hukum terhadap pelaku perceraian

Stok: Tersedia 100 pcs
Berat : 300 gram
Kondisi : Baru
Kategori : Agama
Dilihat : 3 kali
Ulasan : Belum ada ulasan
Hubungi kami secara langsung untuk pemesanan yang lebih cepat! QUICK ORDER
Budaya Hukum Vs Mediasi Yudisial: telaah sosiologi hukum terhadap pelaku perceraian

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 68.000
Tersedia
Tentukan pilihan yang tersedia!
Rp 68.000
Produk Terkait Budaya Hukum Vs Mediasi Yudisial: telaah sosiologi hukum terhadap pelaku perceraian

Deskripsi Budaya Hukum Vs Mediasi Yudisial: telaah sosiologi hukum terhadap pelaku perceraian

Bagikan informasi tentang Budaya Hukum Vs Mediasi Yudisial: telaah sosiologi hukum terhadap pelaku perceraian kepada teman atau kerabat Anda.

Budaya Hukum vs Mediasi Yudisial – Telaah Sosiologi Hukum Terhadap Pelaku Perceraian

Penulis : Nur Solikin, Nor Salam

Tahun : 2022

Ukuran :15,5 x 23 cm

Halaman :xvi + 106 hal

ISBN : 978-623-6226-50-6

Harga : Rp. 68.500

Poin penting yang hendak diungkap dalam buku ini adalah pentingnya kajian atas tema seputar budaya hukum para pelaku perceraian, sekaligus implikasinya terhadap mediasi yudisial. Dengan kata lain, mediasi yudisial dengan sekian idealitas yang dikandungnya tidaklah dapat berdiri sendiri, melainkan perlu dukungan persepsi dan opini positif dari masyarakat sebagai “user”nya, dan inilah yang dikonsepsikan sebagai budaya hukum.

Keberhasilan proses mediasi dalam kasus perceraian, di satu sisi dapat mengurangi penumpukan perkara, dalam konteks yang lebih luas dapat menghadirkan kembali keharmonisan rumah tangga. Dikatakan dapat menekan penumpukan perkara, sebab jika proses mediasi yang dijalankan oleh hakim berhasil mendamaikan mereka yang akan melakukan perceraian, maka gugatan perceraian yang diajukan ke muka persidangan dengan sendirinya harus dicabut.

Sementara dinyatakannya keberhasilan proses mediasi dapat mengembalikan keharmonisan rumah tangga, tentu saja karena ia dinilai mengakhiri persengketaan yang terjadi di antara pasangan suami isteri. Oleh sebab itu, dalam kasus perceraian, keberhasilan mediasi dianggap memiliki nilai keluhuran tersendiri karena tidak hanya dapat menyelamatkan keutuhan rumah tangga melainkan dapat memastikan pemeliharan anak yang dilahirkannya sebagaimana mestinya.


Ditambahkan pada: 23 October 2026

Ulasan customer dinonaktifkan: Budaya Hukum Vs Mediasi Yudisial: telaah sosiologi hukum terhadap pelaku perceraian

Maaf, form ulasan customer dinonaktifkan untuk produk ini

Cek juga produk terbaru di toko online kami berikut ini:

Dinamika Praktik Perkawinan Masyarakat Perdesaan, Antara Tradisi dan Administrasi

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 160.000
Tersedia
Dinamika Pemikiran Islam Perguruan Tinggi Pesantren di Indonesia

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 91.000
Tersedia
Dinamika Hukum Perkawinan Islam Indonesia

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 115.000
Tersedia
Dimensi Maqashid Al-Syariah Dan Perlindungan Hak Asasi Manusia Dalam Putusan-Putusan Mahkamah Konstitusi

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 75.000
Tersedia
SIDEBAR